Luaswilayah administrasi Kota Bandung berubah dari 8.096 Ha menjadi 16.729,650 Ha. Penutup Bandung menjadi Ibu kota Priangan, dari sinilah munculnya Uga atau lebih tepatnya Uga Bandung, : Bandung heurin ku tangtung, Cianjur katalanjuran, Sukabumi tinggal resmi, Sumedang ngarangrangan, Sukapura ngadaun ngora, Galunggung ngadeg Thecity of Bandung has a very long history, from the area of a remote and calm village (Bergdessa) consisting of 25 to 30 houses (approximately 120 people), it has turned into a big city (metropolitan) populated by over 4 millions people. Menjadi Bandung "Heurin Ku Tangtung" (Metropolitan) Nandang Rusnandar Published 2 June 2010 DOI Asswrwb selamat semua dalam keadaan sejahtera dan sehatKota Bandung dengan segala jenis taman dan ruang terbuka hijau yang dimiliki Padatahun 40-han Bandung katanya sepi dan resik. Ketika itu abah baru lahir! Nahhhsekarang pohon beton tumbuh berdesak-desakan! Pantes orang tua dulu per . Guru bahasa Sunda di SMP dulu yang mengajarkan pada saya tentang istilah Bandung heurin ku tangtung, sebuah pandangan jauh ke masa depan dari PH Mustopha seorang pemuka agama di Bandung pada abad 19. Terjemahan langsungnya adalah Bandung sesak oleh manusia, tapi maksudnya Bandung akan padat penduduk. Tatar Bandung menurut sejarahwan alm Haryoto Kunto dibuka di tengah belantara tatar Pasundan oleh tentara Belanda atau Inggris lupa, untuk lengkapnya silahkan baca Bandoeng Tempo Dulu karya Haryoto Kunto yang sedsng dihukum, kurun waktu sekitar tahun 1700-an. Aslinya wilayah Bandung adalah desa-desa terpencil yang berada diantara wilayah kerajaan Galuh sekarang menjadi wilayah kabupaten Garut, Sumedang dll dan Padjadjaran yang berpusat di wilayah Bogor sekarang. Karena itu ga heran kalau tahun 1800-an Bandung dikuasai oleh orang-orang keturunan Eropa dan masih merupakan kota yang sepi. Tapi PH Mustopha meramalkan bahwa Bandung masa depan akan menjadi daerah berkembang dan padat penduduk, sementara Sumedang yang saat itu masih menjadi daerah terkemuka perlahan-lahan akan tergeser kemajuannya oleh Bandung, sedangkan wilayah Tasikmalaya akan menjadi daerah yang makmur dibanding Sumedang. Prediksi itu benar-benar nyata sekarang. Penduduk Bandung menjadi sangat padat sekali. Kemacetan lalu lintas terjadi dimana saja. Hampir tidak mungkin memacu kendaraan dengan kecepatan diatas 60 km/jam. Mungkin kecepatan rata-rata kendaraan di Bandung hanya 40 km/jam. Super lelet, untungnya jarak dari satu tempat ke tempat lain tidak jauh. Berbeda dengan Jakarta yang di hari libur menjadi lengang, long weekend untuk penduduk Bandung berarti membuang waktu dijalan yang lebih lama karena invasi kendaraan turis lokal yang membuat jalan semakin macet. Buat saya kalau sedang pulang ke Bandung berarti lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Malahan jadi sering tidak update dengan tempat-tempat jajan enak yang menjadi sasaran turis lokal, katro deh. Menguasai jalur angkot di Bandung adalah salah satu taktik mencapai suatu tempat dengan mudah, murah dan cepat. Trik-nya adalah berpindah-pindah angkot di jalur-jalur macet. Kelemahannya memang bikin capek, turun naik angkot dan lebih relatif lebih mahal tetep aja lebih murah dibanding naik taksi Bandung yang tidak ber-argo. Tapi tetap ada resiko juga untuk terjebak kemacetan hari libur. Dan kesialan itu saya alami hari minggu yang lalu. Terjebak macet di Gasibu!! Lapangan depan gedung sate yg jadi pasar kaget setiap hari minggu rupanya mengadakan acara tertentu. Panitia sama sekali tidak memikirkan jalan alternatif untuk kendaraan umum. Semua jalan tikus terblok habis oleh pedagang2 kagetan, parkir motor dan orang yang berjalan kaki. Walaupun angkot yang saya naiki sudah mengantisipasi sebuah jalan alternatif tapi tetap terjebak dengan lautan manusia dan parkir motor sembarangan di area perimeter yang cukup jauh dari Gasibu. Stucked, ga bisa maju atau mundur, interlocking sampai ga bisa digambarkan lagi dengan narasi. Estimasi saya keruwetan ini akan mencair cukup lama, daripada bego saya turun dan bermaksud jalan sedikit sampai keluar wilayah itu. Gilanya, untuk berjalanpun ternyata merupakan perjuangan lain, berdesak-desakan & beringsut-ingsut seperti orang mau masuk stadion bola saja. Sambil jalan di otak saya bergema Bandung heurin ku tangtung sudah menjadi kenyataan Bandung merupakan sebuah kota yang mempunyai alur dan perjalanan sejarah yang sangat panjang, sehingga tidak setiap peristiwa sejarah meninggalkan kelengkapan data. Apabila perjalanan sejarah Bandung diuraikan, maka secara garis besar penulisannya dapat dipilah menjadi dua bagian, yaitu bagian yang diusung oleh Orang Belanda atau zaman kolonial dan yang kedua bagian yang diusung oleh orang pribumi yaitu waktu terjadinya pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung dari Krapyak Dayeuhkolot ke dekat jalan besar di tepi Cikapundung Kota Bandung sekarang. Peristiwa pemindahan ibu kota itu secara yuridis formal diresmikan melalui besluit surat keputusan gubernur jenderal tanggal 25 September 1810. Dalam judul tulisan ini terkandung dua masalah yang perlu terlebih dahulu diidentifikasi, yaitu yang berkaitan dengan aspek tema sejarah kota dan aspek spasial Bandung. Sejarah kota mengacu pada pemahaman rekonstruksi tertulis mengenai masa lalu sebuah kota, dalam hal ini Kota Bandung. Secara substansi, sejarah kota sering disebut sebagaisejarah yang menyeluruh total history. Kota dalam pengertian “proses menjadi”, yakni kota mulai dari pengertian yang sangat sederhana hingga pengertian dan cakupan yang makin kompleks. Bandung merupakan sebuah wilayah geografis yang semula berstatus sebagai tempat pemukiman, selanjutnya berkembang menjadi sebuah “kota”, kemudian berstatus sebagai ibu kota Kabupaten Bandung 1810, ibu kota Keresidenan Priangan 1864, dan menjadi sebuah gemeente 1906. Dari sisi teoretis, pengungkapan sejarah Kota Bandung ini akan sangat bermanfaat bagi pemahaman sejarah yang makin luas, karena memuat uraian sejarah lokal yang relatif utuh. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode sejarah yang pengerjaannya meliputi empat tahapan, yaitu heuristik mencari dan mengumpulkan sumber, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pada tahapan heuristik, dilakukan upaya pencarian sumber di berbagai perpustakaan. Secara kategori, sumber-sumber yang diperoleh itu ada yang bersifat primer, seperti arsip, dokumen resmi, dan sumber-sumber lain yang sezaman dengan periode penulisan; Ada pula yang bersifat sekunder, yaitu sumbersumber yang dibuat tidak sezaman dengan periode yang dibahas. Sumbersumber tersebut terdiri atas sumber tradisional, sumber kolonial, dan sumber modern. Terhadap sumber-sumber tersebut dilakukan kritik, baik secara ekstern menilai otentisitas materialnya maupun secara intern menilai kredibilitas isinya. Selanjutnya, terhadap sumber yang sudah terseleksi itu dilakukan interpretasi, sehingga diperoleh fakta dan maknanya serta hubungan satu sama lainnya. Interpretasi didasarkan pada prinsip-prinsip Ilmu Sejarah dan disesuaikan dengan tujuan penulisan. Sebagai tahapan terakhir dilakukan penulisan historiografi. B. Hasil dan Bahasan Kota Bandung adalah kota yang berada di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Barat, terletak pada 107` Bujur Timur dan 6`55 Lintang Selatan. Kota Bandung sangat strategis dilihat dari berbagai aspek, seperti komunikasi, perekonomian maupun keamanan, hal tersebut karena Kota Bandung terletak pada pertemuan poros antara jalan raya barat-timur yang memudahkan hubungan dengan Jakarta sebagai Ibu kota Negara. Dilihat dari topografisnya Kota Bandung terletak pada ketinggian 768 meter di atas permukaan air laut, titik tertinggi di daerah utara dengan ketinggian meter dan terendah di sebelah selatan dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan air laut. Kontur tanah wilayah Kota Bandung dari bagian selatan hingga batas jalan kereta api relatif datar, sedangkan dari batas jalan kereta api ke bagian utara relatif menanjak dan berbukit, hingga memberikan kesan panorama yang indah. 1. Asal Usul Kata Bandung Masih banyak orang yang bertanya berasal dari kata apa Bandung itu? Banyak versi yang dikemukakan sesuai dengan pandangannya sendirisendiri. Dalam Kamoes Soenda 1948 28 dikatakan bahwa pengertian kata Bandoeng artinya banding; Ngabandoeng artinya ngarendeng berdampingan; bandoengan artinya parahoe doea drendengkeun make sasag dua perahu yang berdampingan disatukan dengan mepergunakan saasag – bambu yang dianyam; ngabandoengan artinya ngadengkeun nu keur matja atawa nu keur ngomong artinya menyimak orang yang sedang membaca atau yang sedang berbicara. 2. Bandung dalam Alur Sejarah “There are a few odd-shaped pieces to this historical jigsaw puzzles, and much is missing or loss” Richard & Shella Bennet. Pada tahun 1641, seorang Mardijker bernama Yulian de Silva, melaporkan yang tertuang dalam Dagregister „catatan harian‟, ia menyatakan ”Aen een negorij genaemt Bandong, bestaende uijt 25 a 30 huysen..…” yang berarti “Ada sebuah negeri dinamakan Bandong yang terdiri dari 25 sampai 30 rumah…”. Apabila dari satu rumah terdiri atas 4 orang anggota keluarga, maka dari 25 sampai 30 rumah tersebut diperkirakan penduduk di tempat itu berjumlah seratus dua puluhan jiwa dan diduga semuanya adalah orang Sunda. Itulah penduduk yang menempati „kota Bandung‟ sebagai cikal bakal Kota Bandung dewasa ini. Dalam perjalanan dan perkembangan kota, Bandung pernah diisolasi oleh pemerintah Belanda yang tertuang dalam Surat Perintah Gubernur Jenderal GA. Baron van der Capellen tanggal 9 Januari 1821 Statsblad No. 6/1821 yang menyatakan bahwa wilayah Karesidenan Priangan tertutup bagi semua orang Eropa dan Cina. Meskipun ada isolasi dari pemerintah Belanda, pada waktu itu „kota‟ Bandung di bawah pemerintahan Bupati Wiranatakusumah IV 1846- 1874 banyak mengalami kemajuan, sehingga Pemerintah Belanda melalui surat perintah yang disampaikan oleh Residen Priangan Van Steinment tertuang dalam lembaran berita “Java Bode” tanggal 11 Agustus 1852 membuka isolasi bagi Karesidenan Priangan. 3. Perkembangan Kota Bandung dari Masa ke Masa Kota Bandung, pada pertengahan abad ke-19 masih merupakan „desa‟yang sunyi sepi dikenal dengan sebutan een kleine berg dessa desa pegunungan yang mungil. Desa yang kecil ini asal muasalnya merupakan bekas danau, maka di atas area ini masih banyak rawa di sana-sini sehingga menjadi sumber penyakit terutama kematian balita yang amat tinggi. Hal tersebut menjadikan „desa‟ ini pun mendapat julukan kinderkerkhof kuburan anak bayi, terbukti pada waktu itu banyaknya kuburan anak balita di setiap halaman rumah. Kunto, 1996 4 Kota Bandung pada masa sebelum perang oleh Kolonial Belanda, memiliki fungsi yang sangat berat untuk disandang oleh sebuah kota kecil pada masa itu. Ada beberapa yang menonjol dari fungsi itu dengan adanya gagasan menjadikan Kota Bandung sebagai ibu kota Hindia Belanda, yang diilhami dari laporan studi kelayakan kota ideal di Jawa, laporan itu disusun pada tahun 1918 oleh Tillema. Diawali dengan peresmian Kota Cimahi sebagai Garnisun Militer pada September 1896, kemudian, pemindahan pabrik mesiu dari Ngawi, Jawa Timur dan Artillerie Constructie Winkel „ACW‟ atau pabrik senjata dari Surabaya ke Bandung pada 1898, yang kini dikenal dengan sebutan PINDAD. Penjara militer dipindahkan dari Ngawi ke Pancol Cimahi pada akhir abad ke-19. Beberapa tahun kemudian, DVO dipindahkan dari Weltevreden Jatinegara ke Bandung pada tahun 1916. Dari seluruh instansi pemerintah yang bersedia pindah, Hanya tiga yang menolak pindah ke Bandung, yaitu kantor sekretariat Gubernur Jenderal, Volksraad, serta Departemen Pendidikan dan Pengajaran. Kota Bandung telah berulangkali mengalami pengembangan wilayah perkotaannya. Hal ini diakibatkan oleh jumlah penduduknya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Seperti terlihat pada peta perkembangan pemekaran Kota Bandung, pada tahun 1906 luas wilayah kota hanya 900 Ha, dengan luas tanah yang ditempati 240 Ha. Pada tahun 1911, luasnya berkembang menjadi Ha, dengan luas tanah yang ditempati bangunan meningkat menjadi 300 Ha. Begitu seterusnya, sehingga pada tahun 2005, Kota Bandung mempunyai penduduk sekitar juta jiwa dan luas lahannya pun mengalami penambahan menjadi sebesar Ha. Pada zaman kemerdekaan, Bandung terus berbenah, pada tahun 1971 diterbitkannya Master Plan Kota Bandung, untuk mengembangkan kota dengan fungsi sebagai berikut a Pusat Pemerintahan, b Pusat Perguruan Tinggi, c Pusat Perdagangan, d Pusat Industri, e Pusat Kebudayaan dan Pariwisata. Fungsi Kota Bandung yang berat itu, kemudian DPRD Kota Bandung menetapkan Rencana Induk Kota RIK Bandung 1971-1991 Surat Keputusan DPRD No. 8938/1971 dan RIK 1985- 2005 Perda Nomor 3 Tahun 1986. Dalam RIK 2005 ditetapkan kebijakan perlunya pemindahan sebagian fungsi kegiatan Kota Bandung dengan menambah luas lahan baru melalui Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1987 tentang Perluasan Wilayah Administrasi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung. Luas wilayah administrasi Kota Bandung berubah dari Ha menjadi Ha. Penutup Bandung menjadi Ibu kota Priangan, dari sinilah munculnya Uga atau lebih tepatnya Uga Bandung, Bandung heurin ku tangtung, Cianjur katalanjuran, Sukabumi tinggal resmi, Sumedang ngarangrangan, Sukapura ngadaun ngora, Galunggung ngadeg tumenggung „Bandung padat “penduduknya”, Cianjur hanya terlewati, Sukabumi hanya nama resmi, Sumedang tinggal meranggas, Sukapura akan maju, Galunggung mengambil peran‟. Pembangunan Kota Bandung yang terus meningkat, sehingga dewasa ini Kota Bandung menjelma menjadi sebuah kota metropolitan. Berdasarkan hal tersebut, maka Kota Bandung membuat Renstra Kota Bandung 2004- 2008, ditetapkan Visi Kota Bandung, yaitu ”Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang BERMARTABAT Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat”. Pembangunan yang tidak diawasi dengan ketat menyebabkan pertumbuhan yang tidak terkendali, misalnya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup BAPEDAL, sekarang Kementrian Lingkungan Hidup, tahun 1992 dan Japan International Cooperation Agency JICA 1997, diketahui bahwa jumlah pertumbuhan kendaraan di Kota Bandung mencapai 12 % per tahun. Data Dinas Perhubungan, pada tahun 2001 total kendaraan bermotor unit, tahun 2005 meningkat menjadi unit, peningkatan terbesar terjadi pada sepeda motor dari unit pada tahun 2001 menjadi unit pada tahun 2005. Melihat kenyataan Kota Bandung dewasa ini dan apa yang dikatakan dalam uga di atas, dapat ditarik kesimpulan sederhana yang menarik, yaitu Bidang Ekonomi, tiap hari libur banyak pendatang dari kota lain yang berbelanja ke Bandung karena menjadi kota singgah, hal ini karena banyak bermunculan pusat perdagangan factory outlet. Disamping outlet, juga pedagang kaki lima, mal-mal iannya. Pembangunan fisik baik sarana dan prasarana yaitu pembangunan gedung, jalan dan lahan parkir yang sempit, kirang memadai dibanding dengan kebutuhan secara keseluruhan. Banyaknya ide, keinginan dan tujuan yang beragam, yang muncul dari para pembuat kebijakan menjadikan semakin maraknya Kota Bandung. Bidang budaya/seni, dengan munculnya berbagai jenis kesenian dapat dijadikan salah satu barometer pencapaian kreatifitas di Kota Bandung. Bidang lingkungan hidup, dengan banyaknya penduduk, mengakibatkan mundurnya keseimbangan alam atau kerusakan lingkungan. Daftar Pustaka Coolsma, S. 1913. Soendaneesch – Hollands Woordenboek. AW. Sijthoff’s Uitgeevers-Maatschappij, Leiden Eringa, FS. 1984, Soendaas – Nederlands Woordenboek. Foris Publications Holland, Dordrecht – Holland/Cinnaminson – USA Hardjasaputra. Sobana 1999. Sejarah Kota Bandung 1810 – 1906. Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Heyne, K. 1950. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid 1 IV Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan Kunto, Haryoto. 1984. Wajah Bandoeng Tempo Doeloe. Bandung. PT. Granesia Satjadibrata. 1948. Kamoes Basa Soenda. Djakarta Bale Poestaka Bandung dalam Angka, 2005 BPS Kota Bandung Tahun 1961 – 2006 BPS Kota Bandung 2006 Kota Madya Bandung dalam Angka Tahun 1989 Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2005-2013 Sumber Judul Sejarah Kota Bandung dari “Bergdessa” Desa Unik Menjadi Bandung “Heurin Ku Tangtung” Metropolitan Penyusun Nandang Rusnandar, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung. Oleh Rochajat Harun TEMPO dulu para kasepuhan Sunda pernah meramalkan bahwa nanti Bandung bakal “Heurin ku Tangtung”. Artinya kota Bandung akan menjadi sebuah kota yang padat penduduk. Sekarang jadi kenyataan. Sebutan Bandung sebagai Parijs van Java atau Bandung Kota Kembang kini tinggal kenangan, terutama bagi sesepuh yang lahirnya sebelum tahun 50-an. Bahkan pernah kota Bandung dapat julukan sinis Bandung Pinuh ku Runtah, atau Bandung kota banjir. Sungguh 1957, saya ngumbara ke Bandung, melanjutkan sekolah di SMA 3, karena di Garut tempat kelahiran saya belum ada SMA. Saya tinggal di pinggiran Jalan Kacapiring, cost di perumahan karyawan PJKA, pinggiran jalan kereta api. Walaupun tinggal di pinggiran lintasan kereta api, namun keadaannya cukup tenang dan nyaman. Perumahan masih jarang, kendaraan masih sepi, tak ada gaungan motor maupun mobil. Ke sekolah di jalan Belitung naik sepedah kadangkala jalan kaki. Pinggiran jalan banyak tanaman bunga dan pepohonan nan rindang. Aduh, benar-benar nostalgia terhadap kota Bandung tempo dulu yang nyaman, tenang dan kini, 50 tahun kemudian, sebutan Bandung Heurin ku Tangtung itu benar-benar terasa. Tak hanya karena padatnya penduduk, namun juga karena padatnya kendaraan baik motor, maupun mobil roda empat. Memang masuknya teknologi moderen ini tak bisa dihindari. Tentunya dengan segala resiko dan dampaknya, bagi lingkungan hidup dan kehidupan penduduknya. Antara lain polusi udara yang semakin membahayakan, suhu kota Bandung jauh meningkat Tempo dulu suhu Bandung berkisar antara 20-22 derajat Celsius. Namun sekarang hampir tiap malam apalagi siang hari diatas 28 bahkan lebih dari 32 derajat celsius. Setiap malam terasa hareudang 70-an begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumoh pernah meramalkan, bahwa melihat pertumbuhan penduduk yang begitu cepat, serta tidak adanya penataan dan penanganan lingkungan hidup, maka nanti pulau Jawa akan menjadi Pulau Kota. Saya teringat pula ucapan almarhum Prof Otto Sumarwoto, pakar lingkungan hidup dari ITB, yang menyarankan agar buah batu, yang dulu masih daerah persawahan, janganlah diganggu atau dijadikan daerah perumahan/ pemukiman. Sebab daerah itu merupakan cekungan wilayah Bandung untuk penampungan air tanah. Tapi sekarang? Daerah Buah Batu yang dulunya terdapat hamparan sawah kini telah ditanami dengan tanaman semen yang cukup padat. Baik berupa perumahan dinas, rumah-rumah kreditan maupun pula wilayah timur dan selatan Bandung, mulai Rancabolang, Bojongsoang, Cikoneng terus ke Dayeuhkolot dan sebagainya kini semakin padat dengan rumah-rumah pemukiman. Di daerah timur seperti daerah Cibiru, Pasirimpun, Cileunyi terus ke Rancaekek, kini sudah mulai dan akan terus dipadati perumahan dan bangunan pabrik. Ke sebelah utara mulai dari daerah Setiabudi, Cihideung yang dulunya merupakan daerah budidaya sayuran dan bunga-bungaan, terus ke daerah Lembang, Cisarua, Ciumbuleuit dan sebagainya, bahkan dilereng gunung Tangkuban Parahu, penuh sesak dengan berbagai tipe perumahan. Termasuk rumah-rumah mewah tempat peristirahatan yang nampaknya banyak yang tidak pernah para pakar lingkungan hidup berkoar-koar agar wilayah utara Bandung terutama didaerah perbukitan dan pinggiran hutan tidak lagi dijadikan wilayah permukiman, bahkan ada yang menyarankan agar dibongkar dan segera di hutankan kembali demi terjaminnya natural and forest conservation. Tapi, nyatanya operasi pembangunan jalan terus, semakin Bandung Heurin ku Tangtung sudah menjadi kenyataan, tidak hanya karena padatnya penduduk, namun juga semakin banyaknya bangunan perumahan dan pabrik, juga semakin padatnya kendaraan bermotor. Saya tidak bermaksud menyalahkan pemerintah maupun siapa-siapa. Tapi inilah fakta penyebab yang menyebabkan Bandung heurin ku Tangtung, suhu udara yang semakin naik, polusi sudah semakin tinggi diatas standar. Menurut hasil penelitian pakar Lingkungan Hidup, katanya kota Bandung ini tingkat polusinya paling tinggi dibandingkan dengan kota-kota besar lainnyadi mudah-mudahan hal ini akan menyadarkan kita semua, baik pihak pemerintah, para investor bangunan, maupun insan penduduk kota Bandung dan para pendatang dari Jakarta dan sebagainya, agar benar-benar menyadari, memperhatikan dan terus mengupayakan agar faktor-faktor yang tadi sebagian telah diuraikan, yang banyak mempengaruhi kerusakan lingkungan hidup kota Bandung dan sekitarnya ini benar-benar dapat dihindari. Ini memerlukan kesadaran dan tindakan semua pihak, terutama perlunya perencanaan dan penataan lingkungan hidup yang lebih strategis, holistik dan sinergis dan workable. Semoga !***Sumber Bandung yang sejak dulu sudah heurin ku tangtung, di sana-sini padat oleh gedung perkantoran, pusat pelayanan publik, pusat perbelanjaan dan keramaian kota, bangunan rumah warga bertebaran di segala penjuru angin dan menyebar sampai ke pelosok-pelosok, nyaris tak ada lagi keindahan alam yang bisa dijual kepada wisatawan. Untungnya, Bandung memiliki budaya dan wisata sebagai “komoditas andalan” sekaligus merupakan daya tariknya, sehingga setiap saat tak pernah sepi dari pengunjung. Banyak alasan orang luar daerah, luar Jawa atau dari luar negeri berkunjung ke Bandung. Yang jelas, meski kunjungannya dalam rangka dinas, urusan bisnis, tugas belajar atau keperluan lain, mereka selalu menyempatkan diri untuk berwisata di Bandung. Lalu apa yang membuat Bandung semakin terkenal ? PARIWISATA TERLENGKAP DI JAWA BARAT Dalam dunia pariwisata, budaya memang ibarat gula yang dicari ke sana kemari dan selalu dikerubuti oleh semut. Arti semut di sini adalah wisatawan. Karena yang diandalkan budaya, culture, inilah kunci ide Kota Bandung dalam mengembangkan kepariwisataan dengan menanamkan pengertian yang berpendidikan mengenai budaya pariwisata kepada masyarakat nya. Adapun wisata yang menjadi prioritas Kota Bandung adalah Wisata Alam, Bagaimana tidak? Lokasi Kota Bandung berada ditengah pegunungan yang terbagi menjadi banyak ragam wisata. Pegunungan dijadikan sebagai puncak wisata, pendakian, perkemahan. Sungai menjadi andalan body rafting dan berbagai permainan playing ground. Tersedia air panas alami sebagai sumber wisata spa dan pemandian air panas. Taman sebagai rekreasi wisata kota dengan ragam dan tema yang berbeda dan masih banyak lagi. Wisata Kuliner, Lokasi kuliner yang paling popular di Kota Bandung adalah Dago Pakar. Disana merupakan salah-satu tempat mojang jajaka bandung untuk nongkrong. Nongkrong adalah istilah anak muda bandung untuk wisata kuliner. Bukan sekedar nongkrong menikmati suasana alam ataupun kota tetapi telah menjadi kebiasaan sebagai sarana berkumpul dengan teman, pacar dan keluarga. Aneka ragam kuliner yang lengkap mulai dari kuliner khas sunda hingga mancanegara menjadi daya tarik yang unggul bagi wisatawan. Bukan hanya itu, area lokasi kuliner juga hampir semuanya dilengkap berbagai kebutuhan umum seperti charge hp, wifi gratis, televisi, musola, life music. Kota Bandung juga menegaskan agar semua lokasi wisata dilengkapi fasilitas tersebut. Wisata Edukasi, Bandung memiliki banya sekali wisata yang bermanfaat untuk ilmu pengetahuan seperti museum, bangunan bersejarah, balai-balai penelitian keilmuan dan perindustrian, perguruan tinggi, atraksi seni. Adanya peninggalan sersebut menjadikan Kota Bandung memiliki sejuta sejarah yang perlu diketahui banyak orang. Sejarah ini menjadi nilai jual yang unik sebagai wisata edukasi yang berkualtias. Wisata Belanja, Pertumbungan Industri Tekstil di Bandung menjadi modal besar bagi para pengrajin. Berbagai macam produk feysen dibuat untuk memenuhi permintaan pasar yang mendunia. Ada banyak jenis kualitas tergantung dari Brand itu sendiri. Bandung adalah kota kreatif, karena itulah banyak Lokal Brand yang muncul dari kota ini. Mulai dari pengrajin hingga brand dengan kualitas super. Beberapa lokasi pengrajin yang terkenal adalah Cibauyut – Pengrajin sepatu, Kiaracondong – Sentra Keramik, Cigondewah – Sentra Kain, dan masih banyak KOTA TUJUAN PENDIDIKAN KELAS DUNIA Bandung memiliki 6 perguruan tinggi negeri yaitu ITB, UNPAD, UPI, STSI, Polban, Polman dan lebih dari 100 Perguruan tinggi swasta seperti UNPAR, Telkom, ITENAS, NHI. Kualitas pendidikan yang baik serta berkompetesi setara dunia terbukti dengan banyak dihasilkannya lulusan yang sukses didunia kerja ataupun bisnis. Pemerintah juga mendukung dengan banyak program untuk mendanai kreatifitas mahasiswa diberbagai sektor baik teknik, kedokteran, wirausaha, desain, dll melalui beasiswa ataupun program Pekan Kreatifitas Mahasiswa PKM, Program Mahasiswa Wirausaha PMW yang diadakan oleh DIKTI. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI YANG MERAKYAT Sadar akan banyak kelebihan yang bisa diolah. Pemerintah, Ilmuan, Mahasiswa, dan Masyarakat bergotong royong untuk mengembangan potensi alam dan teknologi masadepan. Hal ini terbukti dengan berkembanganya teknologi baru seperti pembuatan Bio etanol dari singkong, robotik terutama pembuatan drone, Kincir air di kawasan kecil sebagai penerangan mandiri. pengusaan dunia hacker internet, pengembangan bisnis online, dan munculnya jenis bisnis startup baru. Pemerintah juga mendukung dengan memfasilitasi dan mendanai diberbagai riset dan penelitian bahkan turun langsung untuk merealisasikan pembangunan new-tech seperti kereta monorel, jembatan kota, kolam penampungan banjir bahkan pengembangan fasilitas rakyat secara online. PERKEMBANGAN FASILITAS UMUM MENGIKUTI TREND GLOBAL Tidak mungkin suatu daerah dapat berkembang, jika tidak tersedia infrastruktur dan suprastruktur yang dibangun pemerintah. Meski kedua komponen itu sudah tersedia, pemerintah pun harus bekerja keras menciptakan kepuasan bagi rakyatnya. Agar semakin berkembang pemerintah juga menerapkan program yang baik bagi dunia usaha, sehingga investor bergairah menanamkan modalnya dan membangun berbagai fasilitas kota. Ridwan kamil, pemerintah Bandung selalu mengerti keinginan rakyatnya. Mulai dari Bandros bis wisata kota, pembangunan tempat rekreasi keluarga seperti taman-taman kota, Bis sekolah untuk transfortasi aman & gratis khusus pelajar, fasilitas internet diberbagai tempat termasuk tempat ibadah, transfortasi online, dan masih banyak lagi. Menjadi modal dasar untuk mengembangkan Kota Bandung. Hal lain terlihat semakin banyaknya hotel yang dibangun di Kota Bandung berikut restoran, café, mall, pusat perbelanjaan pakaian dan souvenir, biro perjalanan, dan berbagai fasilitas lain menjadi daya tarik bagi wisatawan. Beberapa pengembangan yang ada saat ini seperti Gelanggang Olahraga Stadion GBLA, Gelanggang PON Arcamanik, Taman Bermain Taman Jomblo, Taman Film, Taman Musik, Taman Mesjid Agung, Shopping mall Factory outlet Distro PVJ, BIP, IP, BTC, Transtudio, Car Free Day/night Dago, Braga. Perkembangan seperti sekarang ini merupakan indikasi dari sikap pemerintah dan warga bandung secara sengaja membangun fasilitas tersebut untuk kemudahan dan kenyamanan orang-orang yang berkunjung. RAGAM KOMUNITAS TINGKAT NASIONAL [EMAIL][/EMAIL] Pembangunan ekonomi kreatif, memang tak akan lepas dari jejaring pasar. Komunitas lah yang ikut serta dalam menghasilkan pengembangan strategi dan realisasi. Mereka menciptakan Bandung sebagai Kota Kreatif yang siap berkompetisi, berkolaborasi dan berelaborasi di tingkat global. Di Kota Bandung, komunitas tidak hanya sekedar mencintai hal tertentu tetapi turut mengembangkan dan memasarkannya. Mereka juga andil dalam berbagai kompetesi membawa Kota Bandung menjadi kota kreatif dunia. Beberapa komunitas yang berprestasi seperti komunitas Lokal Brand, Viking Persib, Rumah Cemara, Bandung robotic & drone, blogger bandung, bahkan hingga komunitas sepeda ontel pun ada di Kota Bandung. Inilah yang menjadi keunikan bandung semakin dikenal dan berkembang. TRENSETER FEYSEN MANCANERAGA Bandung adalah salah satu kota di Asia Tenggara yang memiliki komunitas paling banyak diantara kota-kota lainnya. Makanya tak heran beberapa trendsetter yang pernah mewabah di tanah air ini, bisa jadi awalnya berawal dari Bandung. Demikianlah adanya, anak-anak muda Bandung memang dikenal begitu kreatif dan inovatif. Beragam komunitas, mereka bentuk berdasarkan kesamaan interes. BANDUNG MOJANG PRIANGAN PENCETUS AKTOR/ARTIS INDONESIA Mojang Bandung diambil dari Bahasa sunda yang artinya adalah gadis / wanita Bandung. Sudah bukan rahasia lagi jika Bandung terkenal dengan para anak-muda nya yang memiliki berbagai macam bakat dan kreatifitas yang dapat dibanggakan serta didukung oleh paras cantik khas Sunda yang menjadi keturuan secara alami. Ditambah lagi bahwa Kota Bandung merupakan kiblat feysen di Indonesia yang menambah lengkapnya kecantikan mojang Bandung. SUMBER BANDUNG JUARA 20-10-2016 2202 bandung cwe2 nya 20-10-2016 2203 tau gak kenapa disebut kota kembang? 20-10-2016 2204 Kaskus Maniac Posts 8,363 QuoteOriginal Posted By unwell►tau gak kenapa disebut kota kembang? setau ane sih katanya bandung lautan asmara enelan gak sih gan 20-10-2016 2205 Kaskus Maniac Posts 7,492 Dulu medan lebih terkenal dr bandung. Sekarang sebaliknya. Kpn medan berubah lebih baik setara dengan kota2 besar di Asean. 20-10-2016 2206 KASKUS Maniac Posts 8,919 Karena bandung pernah jadi lautan api Itu sudah 20-10-2016 2210 KASKUS Maniac Posts 5,777 sayang bandung ga punya pantai.. 20-10-2016 2212 QuoteOriginal Posted By unwell►tau gak kenapa disebut kota kembang? itu mah Itenas gan 20-10-2016 2224 Kaskus Maniac Posts 5,094 krn teteh nya geulis pisan euy... tujuan wisata len*ir.. 20-10-2016 2227 Kaskus Addict Posts 3,489 kota overrated 20-10-2016 2230 Kaskus Addict Posts 2,347 kampusnya bejibun itb, unpad, upi, ipdn juga deh. hawanya adem juga 20-10-2016 2231 Quote Yang begimana tuh gan? 20-10-2016 2239 KASKUS Maniac Posts 7,796 Bandung heurin....rungsing....teu kawas bareto, tiis enyoy kapungkur mah 20-10-2016 2239 QuoteOriginal Posted By ridjad► Yang begimana tuh gan? masa gw mesti munculin pideo 3gp gw disini sama beberapa model majalah dewasa sih..... nnti disini yg ngumpul bkn tak atau bung lg tp baik lg 20-10-2016 2243 KASKUS Addict Posts 2,870 Tai.. kalo weekend penuh manusia alay kalo terkenal wisata alaynya ane setuju, kayak kuliner alay yg dinamain macem2,dll 20-10-2016 2245 Kaskus Addict Posts 1,528 Hampir semua kelebihan Bandung sudah disebut diatas Dan kelebihan bandung yang paling utama buat ane, hampir ga da ormas2 rese disini Mau wisata,mau usaha, mau jadi tempat hidup, semua enak di bandung.. Meskipun pendatang, menurut ane kota Bandung adalah yang terbaik di Indonesia.. 20-10-2016 2248 Kaskus Addict Posts 3,092 Bandung macetnya gak beda sama jakarta skrg... Tiap weekend mau ke pvj harus tempuh 2-3 jam. Oke kann... 20-10-2016 2300

bandung heurin ku tangtung